Senang kali rasanya kembali dapat merasakan waktu luang, walau cuma beberapa hari saja untuk keluar dari rutinitas kerja.
Libur bagi ku berarti kembali ke peradaban baru. Libur juga dapat diartikan kembali ke peraduan ibu, (loh !) heheh…
Ditempatkan di desa yang minim akses jalur transfortasi, sangat mengharuskan diri untuk mengabdi sepenuhnya tanpa harus mengeluh tak dapat sering2 pulang.
Hidup di tempat kerja juga tak mudah. Saluran PLN terbilang baru di desa ini. Tiang2nya pun baru didirikan beberapa bulan yang lalu. Walaupun demikian sayangnya saluran PLN belum dapat difungsikan sebagaimana mestinya. Alasan dari pihak pemborong adalah karena keterbatasan bahan, jadinya pemasangan instalasi ke rumah2 tak dapat dipenuhi dengan segera. Menurut prediksi paling lambat sekitar awal tahun 2010 desa ini baru akan terang sepenuhnya.
Dapat dibayangkan bukan gimana gelapnya kalo malam (ga penting deh). Yang pasti sih tak ada perjuangan hidup yang selalu mudah, dan di balik kesulitan pasti ada kelapangan. Semoga Allah ‘Azza wa Jalla selalu memberi kesabaran dan segala kemudahan urusan bagi diri, amin
***
Ga ada listrik = ga ada tivi = ga da hiburan.
Positifnya ga ada tivi sih
1) mata ini ga lagi dijejali paksa penayangan sinetron2 Indonesia yang mewabah kaya jamur dan makin hari makin aneh, ga pernah selesai2 dengan episodenya yang sambung menyambung menjadi satu kaya kereta,
2) positifnya juga sekarang aku punya banyak waktu luang yang dapat digunakan untuk hal2 yang lebih berarti (semoga).
Adapun negatifnya ga ada tivi di antaranya adalah
1) buta informasi karena jarang liat berita
2) ga bisa lagi nonton pertandingan sepakbola kegemaran,
3) ga tau lagi perkembangan berita gossip tentang kelanjutan hubungan Luna Maya sama Ariel Peterpan (jiaaaah ketauan suka nonton acara gossip kaya Ibu2 RT, hehe becanda dink).
Jadi, diam di tempat kerja kurang hiburan udah pasti. Dehidrasi informasi udah akut malah. Makanya jangan disalahkan kalau entar pas ditanya sesuatu jawabnya ngawur hhehehuahum…
Kembali ke topik LIBURAN…
Libur bagi ku juga waktu untuk bernafas sejenak. Menyaksikan keramaian kota, cuci2 mata, meraba kenikmatan (loh !) maksudnya merasakan lagi kenikmatan hidup yang serba ada dan berkecukupan (walaupun ga semua2nya ada).
Ya… saat2 libur biasanya yang ku lakukan gak jauh2 dari hiburan dan hiburan (yang sewajarnya.red)
Terbukti liburan kemaren aku puas2in sebelum pulang kembali ke tempat kerja… yakni jalan2, nonton tivi ngupdate berita, trus beli DVD bajakan banyak2, hehe (maafkan aku Indonesia) *cengengesan*
Maka itu saat liburan mata ku ga jauh2 dari kegiatan pantengin tipi (mirip kaya orang suku pedalaman yang kagum baru liat layar kotak bergambar), dan hasilnya setelah nonton beragam penayangan stasiun tivi dari pagi sampe malam (ya ga segitunya) dan aku ternyata baru tau (walaupun kabarnya udah lama) kalau Ariel sekarang ga lagi Peterpan, Dian udah jomblo lagi, Isyana Bagoes Oka makin cantik (hehe), dan Olga ternyata seorang pria *ya iya lah !*. (Ga ada yang pentingnya deh tu berita. Heheh…)
Lain ladang lain belalang, lain laut lain asinnya (pribahasa yang ga benar)
kalo ngomongin tentang DVD beda lagi. Kemaren aku beli semua judul film baru (jangan pula disalahkan kalo judul2 yang nanti disebutin ternyata udah pada expired, soalnya aku juga ga tau itu film lama apa baru hihehihe).
Karena setiap kepingnya ada 8 judul film, jadinya ga sengaja banyak judul2 film yang bukan incaran awal akhirnya ikut ketonton juga.
Dari mulai film action barat hingga film lokal (yang slalu dengan tema sama) percintaan remaja. Ada juga film2 yang bermutu dari segi kualitas, ide cerita yang menarik, efek gambar yang menawan, dan bahkan banyak juga film2 komedi yang cuma ngorbitin suh2 (baca : indomilk).
Dari semua film2 yang ditonton, di antaranya ada film yang lucu tapi keren mamet, seperti :
2012 misalnya. Menurut pengamatan saia (so’ kaya pengamat film) film ini terbilang boros dari segi animasi, editan gambarnya pun terlalu rapi, sehingga saia sering terbuai dibuatnya bukan kepalang (lah lah ini nge-review , muisi, apa mencela sih? Cukup cukup ga mutu deh).
Mungkin kalo boleh menganalisa (bukan berarti saia menentang pendapat MUI tentang film ini), sebenarnya film satu ini sarat akan pesan, terutama untuk sekedar menerka-nerka (dalam batasan penggambaran manusia) betapa dahsyatnya kejadian kiamat di hari akhir kelak. Maka dari itu sangat tepat ditonton oleh siapa pun terutama bagi para pejabat bejat agar segera bertaubat (kan bentar lagi mo kiamat ^^).
Dari tontonan itu sambil bercanda aku mikir “seandainya kiamat gitu, maka pilihannya cuma dua
1) beli pesawat terbang pribadi, trus terbang mengangkasa biar selamat dari amukan bencana yang ada di darat,
2) minta John Cussack biar jadi sopir pribadi [ya iya tah... masa ga ada matinya kalo dia yang bawa mobil hahaha ^^”]
Namun sayangnya semua imajinasi manusia terbatas, kalo penggambaran kiamat yang sesungguhnya tak akan mampu ditangkap akal logika, sebuah bencana yang maha dahsyat (di darat, udara, maupun laut), tak ada yang dapat berlindung dari amukannya. Bisa anda baca dalam Al-Qur’an surah Al-Qari’ah (Hari Kiamat) juz 30.
Kalo sampe terjadi kiamat yang sesungguhnya, ga ada yang bakalan dapat selamat dari amukannya, dari itu kudu siap2 sejak sekarang rajin2 ibadah, biar entar ga rugi karena udah bawa bekal amal banyak. Laa haula wa laa quata illa billah
Selain nonton film 2012 aku juga reunian sama film KCB 1. Emang ga ada matinya ni film. Film yang tak sekedar tontonan tapi juga merupakan tuntunan. Jika disuruh menilai dari 1 – 10, maka aku ngasih nilai 9 untuk film ini (penilaian orang beda2). Namun sayangnya aku kemaren ga sempat (selalu kehabisan tiket) untuk nonton film KCB 2-nya, makanya sampe sekarang masih penasaran gimana kelanjutan ceritanya, hemmmm.
Adapun film yang ku suka selanjutnya adalah film yang paling diincar sejak lama, dan udah dicari kemana-mana akhirnya ketemu juga pas jalan2 ke Pasar Lima. Yakni film Kambing Jantan, film yang dibintangi langsung oleh sang penulis Raditya Dika ini memiliki gaya komedi tersendiri, yang aku sering sebut sebagai humor cerdas ala Radit. Film yang ceritanya diambil langsung dari cerita keseharian Radit sendiri, yang dia tulis dalam blog pribadinya ini sungguh sangat menarik. Sang Sutradara ‘Rudi Soedjarwo’ lebih memfokuskan cerita pada kisah hubungan jarak jauhnya si Kambing (Radit) sama si Kebo (pacarnya Radit) yang ternyata ga mudah… [daripada gw cerita mpe ngiler mending Anda ton2 sendiri aja deh ni film yah, hehehhhe].
Adapun pesan yang dapat ku ambil setelah nonton film ini adalah :
1) LDR (Long Distance Relationship) itu nyakitin, apalagi LDR (Long D*** Reduction) lebih nyakitin lagi, hehehe
2) “Jangan lupa sering2lah ganti sidi” ujar babenya Radit yang sering beliau sebutin dalam film ini, ckckck PARAHH !!
***
Kayanya bakal kebanyakan deh kalo semua film dikomentarin, mungkin nanti bakal ada postingan tersendiri kali ya biar lebih mudah, khusus buat nge-review film2 baru. Apalagi dari kebanyakan film2 Indonesia yang gw lihat temanya cuma itu2 mulu, kalo ga komedi horor atau komedi mesum. Ga penting banget kan kalo ngomentarin film yang isinya cuma nampilin sapi perah (pahamkan ?). Naudzubillah deh kalo sampai demenn.
Met liburan aja DEH buat yang merasa liburan… HEHEHEHHHEEE




Komentar Terakhir