Bernafas sejenak

Senang kali rasanya kembali dapat merasakan waktu luang, walau cuma beberapa hari saja untuk keluar dari rutinitas kerja.
Libur bagi ku berarti kembali ke peradaban baru. Libur juga dapat diartikan kembali ke peraduan ibu, (loh !) heheh…
Ditempatkan di desa yang minim akses jalur transfortasi, sangat mengharuskan diri untuk mengabdi sepenuhnya tanpa harus mengeluh tak dapat sering2 pulang.
Hidup di tempat kerja juga tak mudah. Saluran PLN terbilang baru di desa ini. Tiang2nya pun baru didirikan beberapa bulan yang lalu. Walaupun demikian sayangnya saluran PLN belum dapat difungsikan sebagaimana mestinya. Alasan dari pihak pemborong adalah karena keterbatasan bahan, jadinya pemasangan instalasi ke rumah2 tak dapat dipenuhi dengan segera. Menurut prediksi paling lambat sekitar awal tahun 2010 desa ini baru akan terang sepenuhnya.
Dapat dibayangkan bukan gimana gelapnya kalo malam (ga penting deh). Yang pasti sih tak ada perjuangan hidup yang selalu mudah, dan di balik kesulitan pasti ada kelapangan. Semoga Allah ‘Azza wa Jalla selalu memberi kesabaran dan segala kemudahan urusan bagi diri, amin :)

***

Ga ada listrik = ga ada tivi = ga da hiburan.

Positifnya ga ada tivi sih
1) mata ini ga lagi dijejali paksa penayangan sinetron2 Indonesia yang mewabah kaya jamur dan makin hari makin aneh, ga pernah selesai2 dengan episodenya yang sambung menyambung menjadi satu kaya kereta,
2) positifnya juga sekarang aku punya banyak waktu luang yang dapat digunakan untuk hal2 yang lebih berarti (semoga).

Adapun negatifnya ga ada tivi di antaranya adalah
1) buta informasi karena jarang liat berita
2) ga bisa lagi nonton pertandingan sepakbola kegemaran,
3) ga tau lagi perkembangan berita gossip tentang kelanjutan hubungan Luna Maya sama Ariel Peterpan (jiaaaah ketauan suka nonton acara gossip kaya Ibu2 RT, hehe becanda dink).

Jadi, diam di tempat kerja kurang hiburan udah pasti. Dehidrasi informasi udah akut malah. Makanya jangan disalahkan kalau entar pas ditanya sesuatu jawabnya ngawur hhehehuahum… :D

Kembali ke topik LIBURAN…

Libur bagi ku juga waktu untuk bernafas sejenak. Menyaksikan keramaian kota, cuci2 mata, meraba kenikmatan (loh !) maksudnya merasakan lagi kenikmatan hidup yang serba ada dan berkecukupan (walaupun ga semua2nya ada).
Ya… saat2 libur biasanya yang ku lakukan gak jauh2 dari hiburan dan hiburan (yang sewajarnya.red)
Terbukti liburan kemaren aku puas2in sebelum pulang kembali ke tempat kerja… yakni jalan2, nonton tivi ngupdate berita, trus beli DVD bajakan banyak2, hehe (maafkan aku Indonesia) *cengengesan*
Maka itu saat liburan mata ku ga jauh2 dari kegiatan pantengin tipi (mirip kaya orang suku pedalaman yang kagum baru liat layar kotak bergambar), dan hasilnya setelah nonton beragam penayangan stasiun tivi dari pagi sampe malam (ya ga segitunya) dan aku ternyata baru tau (walaupun kabarnya udah lama) kalau Ariel sekarang ga lagi Peterpan, Dian udah jomblo lagi, Isyana Bagoes Oka makin cantik (hehe), dan Olga ternyata seorang pria *ya iya lah !*. (Ga ada yang pentingnya deh tu berita. Heheh…)

Lain ladang lain belalang, lain laut lain asinnya (pribahasa yang ga benar)

kalo ngomongin tentang DVD beda lagi. Kemaren aku beli semua judul film baru (jangan pula disalahkan kalo judul2 yang nanti disebutin ternyata udah pada expired, soalnya aku juga ga tau itu film lama apa baru hihehihe).
Karena setiap kepingnya ada 8 judul film, jadinya ga sengaja banyak judul2 film yang bukan incaran awal akhirnya ikut ketonton juga.

Dari mulai film action barat hingga film lokal (yang slalu dengan tema sama) percintaan remaja. Ada juga film2 yang bermutu dari segi kualitas, ide cerita yang menarik, efek gambar yang menawan, dan bahkan banyak juga film2 komedi yang cuma ngorbitin suh2 (baca : indomilk).

Dari semua film2 yang ditonton, di antaranya ada film yang lucu tapi keren mamet, seperti :
2012 misalnya. Menurut pengamatan saia (so’ kaya pengamat film) film ini terbilang boros dari segi animasi, editan gambarnya pun terlalu rapi, sehingga saia sering terbuai dibuatnya bukan kepalang (lah lah ini nge-review , muisi, apa mencela sih? Cukup cukup ga mutu deh).
Mungkin kalo boleh menganalisa (bukan berarti saia menentang pendapat MUI tentang film ini), sebenarnya film satu ini sarat akan pesan, terutama untuk sekedar menerka-nerka (dalam batasan penggambaran manusia) betapa dahsyatnya kejadian kiamat di hari akhir kelak. Maka dari itu sangat tepat ditonton oleh siapa pun terutama bagi para pejabat bejat agar segera bertaubat (kan bentar lagi mo kiamat ^^).

Dari tontonan itu sambil bercanda aku mikir “seandainya kiamat gitu, maka pilihannya cuma dua
1) beli pesawat terbang pribadi, trus terbang mengangkasa biar selamat dari amukan bencana yang ada di darat,
2) minta John Cussack biar jadi sopir pribadi [ya iya tah... masa ga ada matinya kalo dia yang bawa mobil hahaha ^^”]

Namun sayangnya semua imajinasi manusia terbatas, kalo penggambaran kiamat yang sesungguhnya tak akan mampu ditangkap akal logika, sebuah bencana yang maha dahsyat (di darat, udara, maupun laut), tak ada yang dapat berlindung dari amukannya. Bisa anda baca dalam Al-Qur’an surah Al-Qari’ah (Hari Kiamat) juz 30.

Kalo sampe terjadi kiamat yang sesungguhnya, ga ada yang bakalan dapat selamat dari amukannya, dari itu kudu siap2 sejak sekarang rajin2 ibadah, biar entar ga rugi karena udah bawa bekal amal banyak. Laa haula wa laa quata illa billah :)

Selain nonton film 2012 aku juga reunian sama film KCB 1. Emang ga ada matinya ni film. Film yang tak sekedar tontonan tapi juga merupakan tuntunan. Jika disuruh menilai dari 1 – 10, maka aku ngasih nilai 9 untuk film ini (penilaian orang beda2). Namun sayangnya aku kemaren ga sempat (selalu kehabisan tiket) untuk nonton film KCB 2-nya, makanya sampe sekarang masih penasaran gimana kelanjutan ceritanya, hemmmm.

Adapun film yang ku suka selanjutnya adalah film yang paling diincar sejak lama, dan udah dicari kemana-mana akhirnya ketemu juga pas jalan2 ke Pasar Lima. Yakni film Kambing Jantan, film yang dibintangi langsung oleh sang penulis Raditya Dika ini memiliki gaya komedi tersendiri, yang aku sering sebut sebagai humor cerdas ala Radit. Film yang ceritanya diambil langsung dari cerita keseharian Radit sendiri, yang dia tulis dalam blog pribadinya ini sungguh sangat menarik. Sang Sutradara ‘Rudi Soedjarwo’ lebih memfokuskan cerita pada kisah hubungan jarak jauhnya si Kambing (Radit) sama si Kebo (pacarnya Radit) yang ternyata ga mudah… [daripada gw cerita mpe ngiler mending Anda ton2 sendiri aja deh ni film yah, hehehhhe].

Adapun pesan yang dapat ku ambil setelah nonton film ini adalah :
1) LDR (Long Distance Relationship) itu nyakitin, apalagi LDR (Long D*** Reduction) lebih nyakitin lagi, hehehe
2) “Jangan lupa sering2lah ganti sidi” ujar babenya Radit yang sering beliau sebutin dalam film ini, ckckck PARAHH !! :D

***

Kayanya bakal kebanyakan deh kalo semua film dikomentarin, mungkin nanti bakal ada postingan tersendiri kali ya biar lebih mudah, khusus buat nge-review film2 baru. Apalagi dari kebanyakan film2 Indonesia yang gw lihat temanya cuma itu2 mulu, kalo ga komedi horor atau komedi mesum. Ga penting banget kan kalo ngomentarin film yang isinya cuma nampilin sapi perah (pahamkan ?). Naudzubillah deh kalo sampai demenn.

Met liburan aja DEH buat yang merasa liburan… HEHEHEHHHEEE

Seberkas Kenangan

Setiap kali melewati bangunan itu wajahku selalu menoleh kesana, tak ada beda seperti 7 tahun silam.

Tempat yang pernah disinggahi dulu semasa remaja, demi mereguk manisnya taman syurga.

Jejeran pohon akasia akan menyambutmu di pintu gerbangnya seraya daun daunnya berkibar memberi salam “selamat datang wahai Pejuang.”

Ketika kakimu berpijak di tanahnya dan seluruh anggota tubuhmu ikut larut dalam aktifitasnya, tahukah… malaikat akan selalu memintakan ampun bagimu, para bidadari akan memimpikanmu, Baginda Rasulillah ikut tersenyum bangga padamu, rahmat Allah SWT tak sunyi untukmu.

Bila azan diseru, ketika puncak langit masih ungu, ketika embun sendu merayu. Maka akan tampak wajah wajah para mujahidin berseri turun dari ambang ambang pintu asrama, menebar wangi harum di tiap langkah langkahnya mendatangi Rabb nya dengan tasbih, tahmid dan takbir.

Di tiap pagi saat matahari memerah hangat, berkibaran gamis putih bersih bergegas menuju kelas. Dengan memeluk mesra kitab di dada hatinya berseru “… Tuhanku tambahkan aku ilmu dan berikan aku rezqi berupa kepahaman”

Tempat menimba ilmu sebanyak banyaknya dari para guru guru dan para ulama yang dicintai. Menuntut haq sebagai mu’min dan anjuran Baginda Nabi, “Uthlubul ‘ilma minal mahdi ilal lahdi” itulah moto mereka.

Tak ada satu pun kegiatan disana yang terasa sia sia. Ilmu dan amal adalah puncak tujuan mereka. Jalan jalan masa depan seakan terang, puncak harapan ditebar pada setiap malam, di hati hanya kebahagiaan, tak pernah ada rasa resah ataupun gundah.

Terbayangkan lagi suasana itu, jejeran bangunan beratap biru, wajah wajah yang cerah menyandang kitab memanggul sajadah, dengan menebar senyum rekah bersama sahabat berangkat ke taman taman syurga. Suasana kota santri selalu di hati…

‎~‎معهد الفلاح للبنين‎~‎

Cerita Pagi

Hari itu aku masuk ke ruangan murid kelas dua. Ngisikan kekosongan kelas mereka, yang pada hari itu kebetulan wali kelas mereka lagi berhalangan hadir, izin ke luar kota.

Aku senang aja ngajar anak setara kelas ini. Selain seru, lucu, lugu, mereka juga asik buat diajak becanda’an.

Biasanya waktu yang tepat buat cerita2 dan becanda2an adalah ketika waktu pelajaran udah hampir selesai sambil nunggu lonceng istirahat. Mereka biasanya pada maju ke depan meja guru, berdiri bergerombol di sana. Dan kali ini Hendry mulai maju ke depan ke arah meja ku.

“Pak… Pak…” dia mulai menyapa

“hmmm…??” kepala ku mendongak memandang wajahnya

“sini Pa ae ada yang bebencongan”

“Hah ??” langsung mulut ku mangap

“inggih Pak ae, tuh si Malik” si Riza tiba2 datang nyerengsek ke muka langsung nyaut

“trus kenapa kalo gitu?” aku balik nanya, mereka diam

“Pak… Pak…” si Hendry lagi2 menggamit tanganku

“hmmmm ??”

“sumalam Pa æ si Malik pas ulang tahunnya si Aulia inya bawa kado kalo Pa…”

“ya, trus ??”

“pian tau lah kadonya isinya apa Pa??” si Riza balas nanya. Anak2 yang lain juga udah ada di depan mejaku penasaran nunggu jawaban si Riza, cuma si Hendry yang senyam senyum mungkin ia udah tau jawabannya.

“apa ???” aku juga ikut penasaran

“WADAI UNTUKK LAWAN PISANG GORENG PA AE… HAHHAHAHHAH” si Riza ketawa dibarengi tawa seisi kelas

“HAHHAHHAHHAHHAHHAHHAHHAHHAHHAHHAHHAH…” mereka pada ngakak seisi kelas ngetawain Malik

Si Malik yang masih sibuk nulis cuma senyum diketawain teman2nya. Aku cuma senyum garing. Mau ikut ketawa ga etis kayaknya, kesian sama si Malik yang emang orangnya rada polos, nerima apa aja yang dilakuin teman sebayanya.

Dan sekedar yang ku tau, Malik itu termasuk anak yang paling giat dan solider sama teman2nya. Selalu nuruti perintah guru, ga pernah marah kalo diejek (atau emang pasrahan kali ya? Hehe).

Dan setau ku lagi, tiap pagi si Malik ini kerja menjajakan kue milik orang lain berjalan dari ujung kampung ke ujung kampung. Upah dari hasil kerjanya itulah yang dia gunakan sebagai ongkos uang jajan sehari-hari. Luar biasa namun agak miris memang walaupun pemandangan anak2 seperti itu sudah biasa di kampung ini.

Akhirnya aku berupaya untuk sedikit berempati ngebelain si Malik.

“eh… tapi kan yang penting bawa kado ?!” balas ku “artinya si Malik sudah berusaha sebisa dia untuk menghargai orang yang ngundang dia, karena hari itu sedang berbahagia di hari ulang tahunnya. iya kan Lik ?” aku noleh Malik

“geh” jawab Malik sambil senyum, yang sekarang malah lagi sibuk nyapu kelas. Teman2nya malah pada asyik bejubel di depan ku.

“hadiah itu bukan dipandang dari segi banyak atau jumlah harganya lo. Tapi kandungan nilai kasih sayang yang ada di dalamnya”

“coba sekarang Bapak tanya, Hendry sama Riza bawa kado juga nggak kemaren pas Aulia ulang taun?” tanya ku sambil senyum

“hehe… kada bawa Pa æ” jawab Hendry yang diiyakan si Riza

“Nah… berarti mendingan si Malik dong? biarpun dia bawaaa….. apa tadi?” tanya ku pura2 lupa

“WADAI UNTUK PA AE” sahut Riza langsung sambil senyum yang lain malah ketawa

“nah ga apapa itu. yang penting kan udah ngasih sesuatu. Jadi dalam hal ini tujuan mulianya ialah usaha untuk memberikan yang terbaik. tapi kalo emang ga bisa ngasih ya ga apa-apa, ga usah dipaksain juga. mendapat kunjungan dan ucapan selamat dari kalian pun Aulia juga pasti udah senang. karena seorang teman yang baik adalah kado terbaik bagi temannya yang lain. ngerti kan?”

“ngerti Pa !” jawab mereka semua serempak.

Sambil ngomong mata ku cuma segaris, masih ngantuk makanya ngomongnya ngawur.

“Lah Malik nya mana???” tanya ku sambik cengok nyari Malik. semua pun sibuk nyari.

“nih dia Pak orangnya” tunjuk si Atun ke kolong meja

Tiba2 nongol wajah senyum2 si Malik dengan memakai kerudung milik temannya.

“WADUH WADUH… MALIK !!? PANTES DICARI GA NEMU ! MAU JADI CEWE YAH PAKE2 KERUDUNG SEGALA ?? LEPAS2 KERUDUNGNYA”

seisi kelas pada ketawa melihat kelakuannya si Malik.

MET TAHUN BARU 1431 HIJRIAH. SEMOGA KITA SEMAKIN MENJADI DIRI YANG LEBIH BAIK LAGI. AMIN :D

Sepotong Kertas dari Pak Kar

Tak sengaja tadi mata ku menangkap sepotong kertas kecil yang menempel pada balik pintu almari. Sepotong kertas yang dulu sengaja ku tempelkan di sana sebagai bahan pengingat.
Ku baca kalimat yang tertera pada potongan kertas tersebut perlahan.

Selarik kalimat singkat namun mampu memompa ku untuk terus semangat berusaha, sebaris kalimat yang mengingatkan ku kembali pada track awal perjuangan saat menginjakkan kaki di desa ini. Sebait ucapan yang diberikan seorang pahlawan.

Sedetik kemudian secara sadar otak ku kembali memutar rekamannya sepuluh bulan yang lalu. Ketika potongan kertas berbentuk ucapan itu mula-mula sampai ke tangan ku.

Bu Dewi yang mengantarkannya malam itu, ketika ada acara syukuran di rumah. Beliau menyerahkan kresek hitam itu langsung kepada ku, yang ternyata padanya berisi kado.

Saat dibuka, di dalamnya terdapat sebuah buku agenda, pena cantik, dan sepotong kertas berisi ucapan yang tadi baru ku baca.

Dari sepotong kertas itulah aku tahu, kalau kado itu adalah buah pemberian dari guru ku semasa SD dulu. Ya… yang tadi mengantarkan ke rumah adalah istri beliau. Rumah kami tak jauh, berseberangan malah. Aku biasa menyapa guru ku ini dengan sebutan Pak Kar. Guru ku semasa aku masih duduk di bangku SD dulu yang sekarang sudah tak muda lagi namun masih terlihat tampan bersahaja, santun pembawaannya, melankolis juga berwibawa, sangat berdedikasi terhadap tugasnya. Tak banyak bicara tetapi perhatiannya pada siswa2nya begitu nyata.

Subhanallah… buktinya begitu perhatiannya beliau terhadap ‘mantan’ muridnya ini. Walau sebenarnya tak ada sebutan mantan dalam dunia pendidikan. Kado yang sederhana namun penuh makna. Sebuah buku agenda dan sebatang pena yang dengannya beliau ingin agar dapat mencatat sejarah perjalanan hidup, impian2, segala tujuan masa depan dan mengikat maknanya melalui bahasa tulisan yang padanya terdapat a big secret the brain power or the law of attraction.

Siapa yang menyangka, ternyata sekarang muridnya ini juga mengikuti jejaknya sebagai tenaga pengajar. Dari ucapan yang ia tuliskan pada potongan kertas kecil itu terbesit pesan, agar aku selalu berusaha sabar dan setia dalam menjalankan propesi, karena setiap tugas adalah kewajiban, amanah, janji yang harus ditepati. Tugas yang insya Allah bernilai ibadah di sisi-NYA. Dan semoga saja diri ini selalu diberikan keikhlasan dalam menjalankan setiap amanah yang Allah Azza wa Jalla titahkan. Amin

Dan ku baca lagi ucapan singkat yang ku tempel di balik pintu almari itu, “Selamat Menunaikan Tugas Baru” -H. Kariyono-

Semoga Allah Azza wa Jalla selalu mencurahkan rahmat-NYA kepada beliau. Limpahan cinta yang tak berwatas, sederas ilmu yang tak henti ia limpahkan kepada murid2nya. Amin.

Jam juga tak mau diduakan !

Kata orang Britania ‘Waktu adalah uang’

Agak materialistis sih, tapi mungkin ada benarnya juga. Karena maksud dari pepatah itu ialah setiap waktu yang kita lalui sangat berpotensi untuk menghasilkan uang. Betul betul betul ? (keseringan nonton Ipin).

Dan tak beda seperti pepatah tadi, diriku juga ternyata materialistik (nah lo ! maksudnya ?)

Ceritanya nih aku punya jam tangan baru (cie)

*pamer*

baru dikasih sama abang pas silaturrahmi lebaran kurban tadi.

*dikasih aja pamer, hiks*

itulah faedah dari silaturrahmi salah satunya adalah membuka pintu rezqi. Ya tah? Hehe

Setelah diberi waktu seminggu berleha-leha libur ganas kaya TarzanHulaHula nyasar ke kota. Selasa kemaren akhirnya aku kembali ke tempat kerja.

Ya, kembali ke habitat alam, ke desa yang asri, meninggalkan riuh pikuk kota sejenak, melupakan kebiadaban zaman (so bgt). Kembali bergelut dengan aktivitas dan rutinitas kerja seperti sedia kala. ARRRRRRRRRRR… *terdengar bunyi erangan Rudi*

Sesampainya di rumah seperti biasa setelah lama ditinggalkan seisi rumah pada bedebu.

*narik nafas panjang* huffhh… bekap mulut, ambil sapu, KERJA. Bersihkan rumah dari debu yang berserakan.

Pertanyaan yang muncul dalam benak saat pertama kali masuk rumah adalah “sekarang jam berapa ya ??” TENGNONG

Dengan refleks pasti kepala ku nyari (baca : noleh) jam dinding yang menempel di dinding. (ya iyyalah namanya juga jam dinding).

Namun sayangnya pertanyaan ku tadi ga mendapatkan jawaban pasti.

Kenapa?

Karena ternyata jam dindingnya ga berfungsi lagi alias rusak (loh).

Baru seminggu ditinggalin pulang kampung ko’ pake ngambek sih lo jam?

Pake acara mati2 segala.

Hemmm… Ato mungkin apa gara2 aku punya jam baru yah ??? *hening*

Kalo dipikir2 sih bisa jadi. Soalnya beberapa bulan yang lalu juga kejadian hal yang sama. Jam bekerku yang awalnya gagah perkasa kok tiba2 letoy, dan anehnya lagi waktu rusaknya bertepatan pas aku baru beli jam dinding baru, yakni jam dinding yang sekarang mati. Innalillahi

Nah anehnya, sekarang pas beli jam baru lagi, eh malah jam lama yang rusak. TWEW

Atau bisa2 entar pas beli jam baru lagi, jam lama yang bakalan rusak ??? Terus beli jam lagi jam lama rusak lagi ? Beli lagi rusak lagi ? Begitu seterusnya sampe dunia kelar. Apa di rumah ini hanya boleh ada satu jam saja yang berkuasa ? Apakah multijamisme tak dapat diterapkan di rumah ini ? Atau apa jam juga memiliki sensitifitas rasa alias bisa ngambekk trus minum racun ??? Hualahhahahh…

Aneh bin ajaib memang, kalo dipikir secara logika kayanya ga mungkin. Tapi memang faktanya gituh !

Dan sekarang pun tersiar kabar aneh kalo di rumahku punya DUA BANGKAI JAM NGAMBEK. HEHEH NGASAL…

Padahal sencana sih kemaren beli jam banyak biar mudah diletakin di mana2. Jadi ga sulit kalo mau nyari jam ato mau liat waktu.

Mungkin melalui kejadian ini aku sadar dan dapat mengambil kesimpulan benar, ternyata jam pun sulit untuk menerima kehadiran jam baru. Mungkin sama halnya kayak para wanita.

Andai ia (jam) bisa ngomong sesuatu, mungkin ia akan bilang “…AKU TAK SUDI DIMADU, AKU TAK MAU DIPOLIGAMI, PULANGKAN SAJA AKU KE RUMAH ORANG TUA KU” KYAAAHAHAH …

Pesan moral yang dapat diambil adalah : “PENTINGNYA SETIA PADA SATU JAM…” :D gagagagag

Seperti lirik lagunya ST 12 “…satu jam saja ku telah bisa sayangi kamu kamu kamu di hatiku…”

(nyambung ga sih? Kayaknya ga nyambung deh ! Hahahhahah).

Berusaha Melupakan Sejenak

Kenapa Kau selalu hadir sa’at Ku tak butuh, lalu hilang sa’at Ku memerlukan.

Mengapa Kau sangat Ku sayangi bahkan tetap berani bertahan menyayangi hingga kini, walaupun Kau sendiri sudah tak dapat tuk dicintai.

Benci selalu bersilih maaf kala sapa’an lembut itu hadir kembali. Gurauan khas yang membuat jiwa ini tersenyum rekah.

Ku tahu dan mungkin Kau juga tahu, bahwa Ku memang tak mampu melupakan mu di benak hari-hari Ku.

Namun bukan berarti Kau mudah mengombang-ambingkan haluan Ku

Dan apakah tak berarti Ku tak dapat mengganti sosok mu di ruang hati Ku nanti.

Kenapa perasaan itu kembali mengusik, padahal Ku tahu bahwa semua itu sulit tuk dapat lagi Ku cita.

Ku punya ambisi, ku miliki kredibilitas diri, namun bukan begini

Kenapa hasrat tak menyerah, walau tlah dinyatakan kalah oleh kekasihnya sendiri.

Ku lelah… Ku letih…

Jika Kau beri Aku benci, mungkin itu lebih baik daripada Kau hadir lagi di angan-angan senja Ku.

Ku ingin melupakan sejenak bahwa Ku menyayangi mu.

Karena jujur Aku cemburu…

Liburannya Kemana Aja Mas ?

Kemana kah liburan membawa Anda ? (matchingin judul)

Minggu kemaren pas liburan lebaran idul adha. Demi memanfaatkan waktu yang tak bersisa lama, jalan2 liar ke Banjarmasin sama Abang. Sebenarnya sih ga jalan2 murni, mumpung sekalian ada yang dicari.

Gini kali ya rasanya jadi orang yang jarang liat keramaian. Hiks

Berawal mulai dari Pasar Lima muter2 ga tentu arah nyari bungkus DVD.

Setelah misi pertama nyari bungkus DVD selesai, lanjutin misi ke dua yakni menuju Gramedia Vetran buat nyulik mesin kasir ama kasir2nya sekalian. Hihhihihii…

Sesampainya di Gramed penyakit kalap ku kumat (enggak dink).

Bingungnya lagi kenapa setiap kali masuk toko buku, fokus tentang satu judul buku yang bakalan mau dibeli secara tiba2 hangus. Mata dan pikiran seperti terhipnotis gara2 liat warna warni desain cover buku yang menawan. Semua jadi sama menariknya. Ga fokus lagi pada satu tujuan awal.

Mungkin gitu juga kali ya kalo dianalogikan ke hal lain seperti wanita misalnya. Kamu pasti bakalan bingung nentuin wanita pilihan kamu seandainya diberi banyak pilihan, ya kan? Makanya Tuhan itu Maha Adil, cuma ngasih satu pilihan saja, biar nantinya ga usah susah2 milih. Mang Nasib kalo Anda cuma punya satu pilihan doang. Hehhe

LANJUT…

Orang bilang kota ilmu adalah buku. Maka sering2 lah baca buku ya tah? Nah bedanya kalo di toko buku selain ladang ilmu, juga surganya bagi para mahasiswa kanker alias berkantong kering. Terutama sebagai tempat asyik buat nebeng baca buku baru gratisan. *heheh pengalaman pribadi tuh*

Selain itu juga, ternyata sekarang toko buku bahkan difungsikan sebagai tempat ajang narsis2 an. Buktinya saat baru masuk lewat pintu depan (ya iyalah masa masuk lewat lubang angin) sudah ada bapak2 tampang oriental lagi foto2 sama anaknya di tengah2 keramaian.

Di hati ku cuman bergumam “Ya Tuhan, ternyata di dunia ini masih ada yang lebih narsis dari hamba HEHHEHEH.”

Kalonya aku mah jangankan di toko buku, Monyet aja di ajak foto bareng. Gaggag…

Dari situ akhirnya kepikiran, suatu saat nanti entah kapan, mungkin bakal ada yang mencetuskan ide buat buka jasa usaha foto keliling di toko buku.

Ide yang brilian. Benar2 peluang usaha yang menjanjikan bukan? Mungkin proses kerjanya cuma nyuri2 waktu orang bentar sambil maksa dikit. Prakteknya pas saat lagi asyik2nya baca tiba2 datang Mas2 bawa kamera digital sambil nawarin dengan tampang melas “Mau di foto Mba? nih sekalian foto berdua sama novel terbarunya Andrea ! ya ? murah kok langsung jadi gak pake lama ! Ya ya !? Mau ya !? Entar gayanya bebas deh boleh milih gimana aja? mo sambil ngupil boleh, ato sambil nyolok mata security juga bisa, ato mungkin punya gaya sendiri? seperti gaya katak ato kupu2 terserah mau apa aja !???” *fhotografer stress*

Wiih, prospek cerah bro, bakalan laku keras tuh usaha… terutama karena masih minimnya saingan bisnis di bidang ini.

Tapi kalo salah2 nanti Anda malah jadi pusat perhatian, dikirain orang gila bawa2 kamera ke toko buku. Hehe

(ngalur ngidul nih ceritanya).

*KEMBALI NANG LAPTOP !*

Dan akhirnya setelah lama nyari2 dan baca2 buku gratisan, aku pun pulang bawa oleh2 tiga biji buku hasil nyolong (ya beli lah masa nyolong donk) :)

NB : Sebutan buat penggila buku tu apa sih? Hyper Books?, Buku Holic? atau Kutu Kupret?? :D

Introspeksi

Kadang terpikirkan olehku keindahannya. Sesaat kemudian kembali terlupa jika mengingat kejadian sebelumnya. Aku merasa terkadang terlalu egois untuk selalu mementingkannya.

Kesadaranku selalu lenyap akan misteri itu. Idealismeku sering rapuh olehnya. Sehingga berulang kali terjatuh pada lembah yang sama, terlena, setelah tersadar baru menyesal. Selalu seperti itu. Tak pernah beda. Dengan alasan keingin tahuan.

Walau tabah selalu jadi sasaran utama setelah kejadian. Sebuah proses pikirku. Polos memang. Tapi tak apalah untuk memenangkan hatiku.

Mungkin di lubuk sana juga berfikiran yang sama. Demi mengakhiri keegoisan prinsif yang tak jarang di tuhankan. Padahal jika memandang sebuah pegangan dan pandangan, prinsif hidup hanya sebatas aturan untuk bersikap, bukan harga mati.

Jadi, masing2 tentunya harus mengintrospeksi diri lagi. Mana yang salah ? Mana yang harus dibetulkan ? Sehingga tak ada lagi kesalah pahaman dan keegoisan yang dibuat2. Semoga ! [d]

Menjadi Diri Sendiri Kadang Lebih Sulit

Apakah diriku termasuk manusia individualistik? *mulai mikir* Aku pun kadang bingung mau jawab apa? (loh !)

Sifat yang ku anut/ bawa kadang beda2, adakalanya asyik kalo lagi kena mood baik, tak jarang ngebosenin kalau emang lagi pengen diam dan menyendiri *ga konsisten* (itu sih pendapat diri sendiri tanpa berdasarkan survey yang jelas).

Apa semua orang juga begitu yah ? Selalu bergantung mood ?

Ditambah lagi aku orangnya suka sekali (baca : sering kali) menebak-nebak gambaran pemikiran orang lain terhadap diri sendiri. Dan parahnya lagi tebakan tsb sifatnya selalu dari sisi negatif yang malah menambah rasa minmin. *hemm bakal banyak PR nih*

***

Sifat individualistik merupakan kebalikan dari sifat sosialis. Lebih sering mementingkan diri sendiri daripada orang lain. Atau dapat juga disebut egoistis. Sifat adat yang biasa dianut dalam kehidupan di perkotaan besar.

Padahal sebenarnya secara logika aku sendiri dapat membedakan antara dua sifat ini dari segi baik, buruk, pantas dan tidaknya diterapkan. Namun, anehnya lagi2 kalo mood jelek datang bakalan kumat deh tuh penyakit. Pasti bawaanya jadi ga rame dan ga asyik lagi. Kadang aku semdiri malah sering kali memimpikan punya sifap sosial tinggi, suka bergaul (positif), punya banyak rekan yang selalu nunggu2 kehadiran kamu. Malah aku kadang ngiri liat orang yang memiliki kemudahan dalam membawakan sifat ini. Karena pada dasarnya aku emang suka berbagi (cie…bacot lu !).

Yah selama usaha masih ada, introspeksi memang perlu demi melihat sejauh mana pencapaian diri yang sudah diraih. Be Your Self Man !!

Dah Takdir Cuy…

07.09 am

Masakan pagi ini agak lebih seru nih kayanya. Karena sang Chef agak sedikit bereksperimen dalam menyajikan menu masaknya… Keliatannya sih agak aneh gitu. Gak tahu rasanya entar kaya gimana? hehehe. Habisnya bosan, menu tiap pagi itu mulu itu mulu (telor mata sapi). Jadi hari ini menunya tetep telor juga tapi agak sedikit aneh -sulit dijelaskan- dan menu tambahan lainnya yakni capcay manday…Hehe. Seru seru men…!! Gak sabar lagi nih pengen cepat2 nyicipin. Opss…Keasikan ngetik jadi gosong tuh gorengan gkgkgk, emank chef amatiran kwkwkwkw…. (nasib sendiri di benua orang).

09.45 am

Alhamdulillah di pelabuhan ada kapal yang jualan ikan laut. Hemmf… Lama banget dah ga rasain ikan laut. Dan gw barusan beli 1/2 kg. Yah… Bakal puas2 neh makannya. Dimasak apa yah enaknya??? (mulai bereksperimen lagi) Nyeh… Nyeh…

07.37 pm

huhff… Kenapa ya sesuatu yang ga penting banget malah jadi kebayang dan kepikiran mulu. Padahal dah tahu kalau itu semua “SUDAH DIATUR OLEH YANG MAHA KUASA” jadi kenapa harus repot2 mikir trus. Malah jadi penyesalan akibat dibesar2kan.

Yang sudah ya sudah. Semoga besok2 hasilnya lebih baik lagi. Ga penting banget coba kalo terlalu dipermasalahkan. Sudah TAKDIR….Ya toh? Yang penting ada usaha untuk hasil yang terbaik, usaha untuk membahagiakan mereka. Jadi tawakkal aja udah, ga usah dipersulit dan terlalu dipendam dalam hati.

Ingat kata pepatah Perancis “bantal yang paling empuk di dunia ini adalah pikiran yang tenang.”

Udah sampai sini aja. TITIK… Kalah ya kalah, semoga lain kali digantikan Allah dengan kemenangan beruntun. Amiin.

SEMANGADDD….!! :)

…Senin, 16 Nov 09